Darul Hasanah Pertahankan Gelar! Tekuk As Adiyah 3-1 dan Dinobatkan Sebagai Juara Liga Santri 2025
Polewali- Suasana euforia mewarnai Lapangan Kecamatan Wonomulyo, ketika wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan final Liga Santri Mini Soccer 2025. Tim Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hasanah berhasil Pertahankan mahkota juara setelah dengan gagah menekuk perlawanan sengit dari tim Madrasah As Adiyah dengan skor akhir 3-1. Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi mereka sebagai kekuatan terdepan sepak bola mini santri di wilayah tersebut.

Baca Juga : Napas Baru Untuk Lumbung Pangan Irigasi Modern Segera Hadir i Desa Paku
Jalannya Pertandingan yang Menegangkan
Perjalanan menuju puncak bagi Darul Hasanah tidaklah mudah. Pada babak penyisihan Grup D, mereka harus berhadapan dengan SMP IT As Adiyah dan Miftahul Huda. Mereka memulai torehan dengan kemenangan telak 4-0 atas Miftahul Huda. Di babak 8 besar, tensi pertandingan semakin memanas. Darul Hasanah harus berjibaku melawan PTQ Darrussaggaf dalam laga sengit yang berakhir dengan skor tipis 4-3. Semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan di semifinal saat mereka mengalahkan PTQ As Adiyah dengan skor 3-1, yang menjadi pintu gerbang menuju partai puncak.
Di final, duel sengit pun tersaji. Darul Hasanah dan Madrasah IT As Adiyah saling serang, menunjukkan teknik dan taktik yang memukau. Namun, ketajaman dan efektivitas tim Darul Hasanah berbicara lebih keras. Mereka akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1, mengukuhkan diri sebagai juara bertahan.
Kebanggaan atas Prestasi dan Regenerasi Pemain
Dalam wawancara seusai pertandingan, Manajer Tim PPM Darul Hasanah, Ardi, tak menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya. “Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga. Kami merasa sangat senang dan bangga bisa mempertahankan gelar juara Liga Santri tingkat Kecamatan Wonomulyo untuk kedua kalinya secara berturut-turut,” ujarnya dengan senyum lebar.
Ardi mengungkapkan bahwa prestasi tahun ini terasa lebih spesial. “Tantangan tahun ini berbeda. Kami harus melakukan regenerasi karena beberapa pilar pemain kunci tahun lalu telah tamat. Kami memasukkan pemain-pemain baru yang segar, dan mereka berhasil beradaptasi dengan luar biasa, melanjutkan estafet kesuksesan ini,” jelasnya.
Ia juga memaparkan rentetan prestasi timnya yang konsisten, “Ini adalah buah kerja keras yang berkelanjutan. Tahun 2023 kami jadi juara dua, tahun 2024 naik menjadi juara satu, dan tahun 2025 ini kami buktikan bisa mempertahankannya. Ini adalah perjalanan yang membanggakan bagi keluarga besar Darul Hasanah.”
Harapan di Pundak Santri Menuju Indonesia Emas
Lebih dari sekadar piala, Ardi menekankan arti penting Liga Santri sebagai wadah pemersatu dan pencari bakat. “Harapan kami di momentum Hari Santri Nasional 2025 ini, Liga Santri Mini Soccer tetap konsisten dilaksanakan. Event seperti inilah yang memperkuat silaturahmi antar pondok dan madrasah, sekaligus menjadi wadah untuk melahirkan talenta-talenta muda sepak bola dari kalangan santri,” tuturnya.
Ia berpendapat bahwa para santri adalah salah satu pilar penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas di masa depan. Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada pondok pesantren. “Dukungan tidak hanya berupa pembangunan fisik seperti sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap pemerintah dapat membantu menyediakan sarana olahraga yang layak di pondok pesantren, baik lapangan sepak bola, mini soccer, futsal, voli, bulu tangkis, tenis meja, takraw, hingga basket. Dengan fasilitas yang memadai, minat dan bakat olahraga santri dapat terasah dengan optimal,” papar Ardi penuh harap.
Gagah Tak berhenti di tingkat nasional, Ardi juga memiliki visi yang lebih besar. “Kami pun berharap, santri-santri berprestasi di pondok pesantren yang memiliki bakat olahraga tidak hanya bersaing di dalam negeri, tetapi suatu saat nanti bisa mengibarkan bendera Indonesia di kancah internasional,” pungkasnya, menutup wawancara dengan optimisme yang menggelora.