Rabu, 6 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Peta WisataPeta Wisata
Peta Wisata - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita Musra Awaluddin, Pejabat Pemprov Sulbar, Meninggal...
Berita

Musra Awaluddin, Pejabat Pemprov Sulbar, Meninggal Dunia Dalam Kecelakaan Tunggal Di Mamuju

Tragedi di Jembatan Arteri: Kabid Pemprov Sulbar Tewas dalam Kecelakaan Maut Usai Mobil Dinas Hilang Kendali Polewali– Sebuah insiden tragis merenggut nyawa

Musra Awaluddin, Pejabat Pemprov Sulbar, Meninggal Dunia Dalam Kecelakaan Tunggal Di Mamuju

Tragedi di Jembatan Arteri: Kabid Pemprov Sulbar Tewas dalam Kecelakaan Maut Usai Mobil Dinas Hilang Kendali

Polewali Sebuah insiden tragis merenggut nyawa seorang pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat Sulbar dalam kecelakaan tunggal yang mengerikan, Musra Awaluddin (50), Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Pemprov Sulbar, meninggal dunia setelah mobil dinas yang dikemudikannya menghantam pembatas jembatan di Jalan Arteri Mamuju, tepatnya di depan RS
Bhayangkara.

Musra Awaluddin, Pejabat Pemprov Sulbar, Meninggal Dunia Dalam Kecelakaan Tunggal Di Mamuju
Musra Awaluddin, Pejabat Pemprov Sulbar, Meninggal Dunia Dalam Kecelakaan Tunggal Di Mamuju

Baca Juga : Gagah Pertahankan Mahkota, Darul Hasanah Teguhkan Dominasi Di Sepak Bola Mini Santri

Kecelakaan yang mengguncang itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, ketika korban sedang dalam perjalanan dinas menuju kantornya. Mengendarai mobil dinas Toyota Avanza dari arah Kota Mamuju, perjalanan rutin itu berubah menjadi tragedi di atas jembatan arteri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mobil yang dikemudikan korban melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Saat memasuki badan jembatan, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali.

“Iya, dari hasil olah TKP kami peroleh informasi bahwa mobil tersebut berkecepatan tinggi. Pada saat memasuki jembatan, di mana ada bagian pendakian, mobil tiba-tiba oleng dan pengemudi kehilangan kontrol,” jelas Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, ketika dikonfirmasi wartawan.

Dia melanjutkan kronologi kelam itu, “Pengemudi sempat mengerem, namun mobil sudah terlanjur oleng. Momentum itu berakhir dengan hantaman keras ke pembatas jembatan sisi kiri.”

Dampak tabrakan itu sungguh parah

Bagian depan mobil Avanza tersebut ringsek dan hancur akibat benturan yang sangat keras. Yang lebih memilukan, korban terjepit di dalam reruntuhan besarnya sendiri, tersudut antara setir dan kursi yang melorot.

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera bertolak menuju lokasi kejadian. Dengan sigap, mereka berkoordinasi dengan warga sekitar yang sudah lebih dulu berkerumun. Upaya penyelamatan pun dilakukan bersama-sama untuk mengeluarkan korban dari tumpukan logam yang menjebaknya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban yang dalam kondisi kritis segera dilarikan ke RS Bhayangkara Mamuju yang kebetulan berada persis di seberang lokasi kejadian. Sayangnya, pertolongan medis datang terlalu lambat.

“Korban dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah tiba di rumah sakit,” ungkap Herman dengan nada berat. “Berdasarkan laporan medis, korban mengalami pendarahan hebat di bagian kepala yang menjadi penyebab utama kematian.”

Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan korban di lingkungan Pemprov Sulbar. Musra Awaluddin dikenal sebagai pejabat yang dedikatif di bidang riset dan inovasi. Kepergiannya begitu mendadak meninggalkan duka bagi dunia birokrasi Sulawesi Barat.

Kecelakaan ini juga menyoroti kembali pentingnya keselamatan berkendara, khususnya di area jembatan dan jalan arteri yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Kepolisian terus mendalami penyebab pasti kecelakaan ini, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan faktor lingkungan sekitar jembatan.

Tragedi ini menjadi pengingat pilu bagi semua pengguna jalan akan betapa rapuhnya nyawa manusia dan bagaimana sebuah perjalanan rutin bisa berubah menjadi malapetaka dalam sekejap. Keluarga besar Pemprov Sulbar berduka, kehilangan salah satu pilar di bidang riset dan inovasi daerah.

Upaya Darurat dan Duka yang Mendalam

Petugas dan warga sekitar langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi korban. Mereka bekerja sama mengeluarkan Musra dari reruntuhan mobil yang ringsek. Kemudian, tim medis membawanya ke IGD RS Bhayangkara dengan segera. Sayangnya, pendarahan hebat di kepala korban membuat tim dokter tidak dapat berbuat banyak. Akibatnya, mereka harus menyatakan Musra Awaluddin meninggal dunia tidak lama setelah tiba di rumah sakit.

Kronologi yang Lebih Rinci dari Saksi Mata

Selain itu, kesaksian dari beberapa saksi mata di lokasi memperjelas kejadian. Seorang pedagang kaki lima, Ahmad (45), mengonfirmasi bahwa mobil tersebut melaju sangat kencang. “Saya lihat mobil itu masuk jembatan dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba, mobilnya oleng seperti kehilangan kendali, lalu terdengar suara menggelegar saat menabrak pembatas,” ujarnya. Kesaksian ini semakin memperkuat analisis awal polisi.

Dampak Langsung dan Respons Cepat

Insiden ini kemudian menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Arteri Mamuju. Sebagai respons, pihak kepolisian segera menutup satu jalur untuk memudahkan proses evakuasi dan olah TKP. Kemudian, petugas berhasil membersihkan lokasi dan membuka kembali jalan sepenuhnya setelah kurang lebih dua jam.

Reaksi dan Duka dari Lingkungan Kantor

Sementara itu, kabar duka ini membuat suasana Kantor Pemprov Sulbar hening dan berduka. Rekan-rekan sekerja Musra menyampaikan rasa shock dan kehilangan yang mendalam. Kepala Dinas tempat Musra bekerja, Dr. Ir. Fatmawati, M.Si., menyampaikan pernyataan resmi. “Kami semua tidak menyangka kejadian mengerikan ini akan menimpa beliau. Beliau adalah seorang pejabat yang sangat berdedikasi, penuh inovasi, dan hati-hati dalam bekerja. Ini merupakan kehilangan yang besar bagi kami dan dunia riset daerah,” ujarnya dengan suara bergetar.

Investigasi Berkelanjutan dan Peringatan

Di sisi lain, penyelidikan polisi masih terus berlangsung. Penyidik tidak hanya memeriksa faktor kecepatan, tetapi juga memeriksa kondisi mobil dinas secara menyeluruh. Mereka akan memastikan apakah ada faktor teknis lain, seperti kondisi rem atau ban, yang turut berkontribusi dalam kecelakaan ini. Selain itu, polisi juga akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mendapatkan urutan kejadian yang lebih akurat.

Pelajaran Berharga bagi Semua Pihak

Akhirnya, tragedi ini meninggalkan pelajaran berharga bagi setiap pengendara. Kecepatan tinggi di area tertentu seperti jembatan jelas menyimpan bahaya yang sangat besar. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap batas kecepatan dan kewaspadaan penuh merupakan kunci keselamatan. Musibah ini mengingatkan kita semua bahwa keselamatan di jalan harus selalu menjadi prioritas utama, tanpa terkecuali.

Tags: Kecelakaan Maut Musra Awaluddin Polewali

Baca Juga: Seru Banget