Rabu, 6 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Peta WisataPeta Wisata
Peta Wisata - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita Remaja Mamuju Ditemukan Tak Sadar Usai Ditinggal P...
Berita

Remaja Mamuju Ditemukan Tak Sadar Usai Ditinggal Pacar

Duka Seorang Gadis di Polman: Dijanjikan Nikah, Malah Ditinggalkan Usai Disetubuhi Pacar Ruang Polewali- Sebuah kisah pilu menerpa seorang gadis remaja berinisial

Remaja Mamuju Ditemukan Tak Sadar Usai Ditinggal Pacar

Duka Seorang Gadis di Polman: Dijanjikan Nikah, Malah Ditinggalkan Usai Disetubuhi Pacar

Ruang Polewali- Sebuah kisah pilu menerpa seorang gadis remaja berinisial RI (18) asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Harapannya untuk membangun rumah tangga berujung pada pengkhianatan dan luka mendalam. Korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di bawah rindangnya pepohonan Alun-alun Wonomulyo, Polewali Mandar (Polman), setelah ditinggal begitu saja oleh pacar yang tega memperdayainya.

Remaja Mamuju Ditemukan Tak Sadar Usai Ditinggal Pacar
Remaja Mamuju Ditemukan Tak Sadar Usai Ditinggal Pacar

Baca Juga : CV Aysando Utama Diduga Gagal Penuhi Kewajiban, Tinggalkan Masalah Proyek Kakao Rp28 Miliar

Korban Ditemukan Pingsan dalam Kepiluan

Tidak ada tas atau barang berharga lain yang menemaninya, hanya pakaian yang melekat di tubuhnya. Saat sadar, sang gadis tidak mampu berkata-kata; air matanya mengalir deras, menyiratkan duka yang terlalu berat untuk diungkapkan.

“Kami menemukannya pingsan di bawah pohon. Setelah siuman, dia terus menangis tanpa henti. Ada yang tidak beres, rasanya,” ujar Mudrika, salah seorang warga yang turut membantu, menceritakan kondisi RI yang memilukan.

Rasa curiga dan keprihatinan mendorong warga untuk membujuk RI agar bersedia bercerita. Setelah melalui pendekatan yang sabar, akhirnya korban mengungkapkan sumber kesedihannya yang terdalam.

Dimulai dengan Janji Manis “Kawan Lari”

Dalam keterangannya yang tersendat-sendat oleh isak, RI menuturkan bahwa kisah ini berawal dari sebuah janji. Pada Jumat malam, dia meninggalkan rumah keluarganya di Kecamatan Tapalang, Mamuju, setelah dijemput oleh FA. Pacarnya itu membujuknya untuk “kawan lari” atau melarikan diri dengan dalih akan menikahinya.

Perjalanan mereka sempat terhenti di Kabupaten Majene, di mana FA mengajak RI untuk menginap di tempat kosnya. Malam itulah titik awal pengkhianatan terjadi. “Dia membujuk saya, berjanji tidak akan pernah meninggalkan dan pasti akan menikahi saya. Saya percaya karena sayang,” bebernya dengan penuh penyesalan.

Pengkhianatan di Ujung Perjalanan

Kelelahannya setelah berkeliling membawa mereka ke Alun-alun Wonomulyo untuk beristirahat. Saat itulah, pengkhianatan puncak terjadi. Ketika RI lengah, FA mengambil kesempatan untuk kabur, meninggalkan sang gadis sendirian, terlunta-lunta, dan hancur hatinya.

Keluarga Korban Minta Pemulangan dan Pertimbangkan Hukum

Sertu Bambang Irawan, Babinsa setempat, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga RI di Mamuju. Keluarga meminta bantuan untuk memulangkan korban secepatnya.

Lebih lanjut, Bambang menegaskan komitmennya untuk membantu mencari keberadaan FA. Dia berharap pelaku mau bertanggung jawab atas perbuatan kejinya. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu menemukan pelaku. Dia harus bertanggung jawab,” pungkasnya tegas.

Insiden memilukan ini kembali menyoroti kerentanan remaja dalam hubungan romantis dan pentingnya komunikasi serta pendidikan seks yang komprehensif dari keluarga. Sementara RI berusaha memulihkan lukanya, dukungan moral dan proses hukum yang adil menjadi harapan terbesarnya untuk mendapatkan kembali kedamaian dalam hidupnya.

Proses Pemulangan dan Dukungan untuk Korban

Proses pemulangan ini berlangsung dengan pengawalan ketat. Selanjutnya, keluarga korban menyambutnya dengan penuh haru dan perasaan campur aduk. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan semua pihak,” ujar paman RI dengan suara bergetar.

Pilihan Hukum dan Dukungan Psikologis

Keluarga korban kini menghadapi keputusan penting. Di satu sisi, mereka ingin menempuh jalur hukum; sementara di sisi lain, pertimbangan kekeluargaan juga mereka pikirkan. “Kami akan mengadakan musyawarah keluarga terlebih dahulu,” jelas paman RI lebih lanjut.

Sementara itu, pihak relawan telah menyiapkan pendampingan psikologis untuk RI. Seorang psikolog muda, Sdr. Ahmad Nur, menjelaskan, “Korban membutuhkan proses pemulihan bertahap. Oleh karena itu, kami akan memberikan pendampingan intensif selama masa kritis ini.”

Pencarian Pelaku dan Respons Masyarakat

Di sisi lain, pencarian FA sebagai pelaku terus berlanjut. Polisi telah menyebar tim khusus untuk menelusuri jejak terakhir FA. “Kami telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan mewawancarai beberapa saksi,” tegas Kapolsek setempat.

Merespons kejadian ini, masyarakat setempat menyatakan keprihatinan mendalam. Banyak warga yang secara spontan datang memberikan bantuan dan dukungan moral. “Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi di masyarakat kami,” tutur seorang tokoh pemuda setempat.

Edukasi dan Pencegahan Ke Depan

Kejadian ini memunculkan kesadaran baru tentang pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja. Beberapa sekolah di wilayah tersebut mulai merencanakan program penyuluhan khusus. “Kami akan berkolaborasi dengan dinas terkait untuk menyelenggarakan seminar pencegahan kekerasan dalam pacaran,” ungkap seorang guru SMA setempat.

Para orang tua semakin aware untuk memperhatikan pergaulan anak-anak mereka. Selain itu, pemerintah daerah berencana membuka konseling gratis bagi remaja yang menghadapi masalah serupa.

Harapan untuk Masa Depan Korban

Meski mengalami trauma berat, RI mulai menunjukkan perkembangan positif. Keluarganya berkomitmen untuk mendukung proses pemulihannya sepenuhnya. “Kami akan terus mendampingi dia melewati masa-masa sulit ini,” tekad sang bibi.

Banyak pihak yang terus memantau perkembangan kasus ini sambil memberikan dukungan tanpa henti. Pada akhirnya, semua sepakat bahwa korban harus mendapatkan keadilan dan kebahagiaannya kembali.

Tags: Dijanjikan Nikah Kabupaten Majene Polewali