Rabu, 6 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Peta WisataPeta Wisata
Peta Wisata - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita Ribuan Santri Wonomulyo Siap Semarakkan Apel Gabun...
Berita

Ribuan Santri Wonomulyo Siap Semarakkan Apel Gabungan Hari Santri 2025

Semangat Kebangkitan Santri: Ribuan Santri Wonomulyo Siap Kibarkan Panji Perubahan di Hari Santri Nasional 2025 Polewali- Suasana kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar

Ribuan Santri Wonomulyo Siap Semarakkan Apel Gabungan Hari Santri 2025

Semangat Kebangkitan Santri: Ribuan Santri Wonomulyo Siap Kibarkan Panji Perubahan di Hari Santri Nasional 2025

Polewali- Suasana kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), diramalkan akan semarak oleh ribuan serban dan sarung pada esok hari, Rabu, 22 Oktober 2025. Gelaran akbar Apel Gabungan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 telah dipersiapkan untuk menyambut sebuah hari yang penuh makna bagi seluruh kaum santri di Indonesia. Ribuan santri yang berasal dari berbagai Pondok Pesantren dan Madrasah se-Kecamatan Wonomulyo akan memadati Lapangan Alun-Alun Wonomulyo, Kelurahan Sidodadi, dalam sebuah perhelatan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga penuh dengan spirit perjuangan dan kontribusi untuk negeri.

Ribuan Santri Wonomulyo Siap Semarakkan Apel Gabungan Hari Santri 2025
Ribuan Santri Wonomulyo Siap Semarakkan Apel Gabungan Hari Santri 2025

Baca Juga : Kedamaian Malam Di Desa Lagi-Agi Terkoyak Pembunuhan Sadis

Mengusung tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Perubahan Dunia”, apel kali ini diharapkan menjadi pembangkit semangat bagi para santri untuk terus aktif berkontribusi dalam percaturan global.

Sebuah Perayaan Penuh Cinta dan Duka

Serdi, Kepala Sekolah SMP Islam Terpadu As’adiyah Wonomulyo, dalam rilisnya menyatakan bahwa peringatan HSN merupakan momentum yang selalu dinantikan dan dirayakan dengan penuh rasa cinta serta kebanggaan. “Ini adalah momen di mana kita mengingat kembali jati diri dan peran besar santri dalam lintasan sejarah bangsa,” ujarnya.

Namun, di balik sukacita tersebut, terselip duka yang mendalam bagi seluruh keluarga pesantren di Indonesia. Tahun ini, perayaan HSN berlangsung dengan mengenang musibah pilu yang menimpa Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang merenggut nyawa 67 santri. “Kita semua turut berduka cita.

Merunut Jejak Sejarah: Dari Resolusi Jihad Menuju Hari Pahlawan

Serdi juga menguraikan akar sejarah penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri, yang merujuk pada peristiwa bersejarah tercetuskannya Resolusi Jihad oleh Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Fatwa yang mewajibkan setiap muslim untuk berjihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia itu bagai api yang membakar semangat perlawanan rakyat.

“Resolusi Jihad inilah yang mengobarkan keberanian para pejuang, mempersatukan kaum muda, dan melahirkan perlawanan sengit terhadap kolonial yang ingin kembali menjajah,” tegasnya. Gelora perjuangan yang dipicu oleh resolusi ini mencapai puncaknya pada Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kemudian kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Dengan demikian, peran santri dalam mempertahankan kemerdekaan tidaklah terbantahkan.

Satu Dekade Hari Santri: Refleksi dan Kontribusi Nyata

Tahun 2025 menjadi tahun yang istimewa karena menandai 10 tahun peringatan Hari Santri Nasional sejak ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pada 2015. “Satu dekade bukanlah waktu yang singkat. Dalam rentang ini, kita menyaksikan pesantren dan santri semakin mengukuhkan perannya, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan bahkan politik kebangsaan,” papar Serdi.

Ditegaskannya, jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjadi pusat peradaban dan pendidikan Nusantara. “Dari balik dinding pesantren, lahir generasi-generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia. Itulah investasi terbesar bangsa,” tandasnya.

Masa Depan Gemilang: Santri Sehat, Santri Kuat, Santri Mengglobal

“Program ini adalah investasi nyata untuk masa depan Indonesia. Dengan gizi yang baik, para santri akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki perkembangan otak yang optimal, calon-calon ilmuwan dan pemikir hebat masa depan,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. “Kami menyampaikan terima kasih atas berbagai kebijakan dan program yang membawa dampak positif bagi bangsa, termasuk untuk kemajuan pesantren dan kesejahteraan santri.

Pesantren Menjawab Zaman: Kuasai Ilmu Agama, Teknologi, dan Dakwah Digital

Menutup penyampaiannya, Serdi menyampaikan visi dan pesannya untuk santri masa kini. “Era sekarang menuntut santri untuk tidak hanya mahir mengkaji kitab kuning. Santri harus juga menguasai teknologi, sains, dan bahasa asing untuk bisa bersaing di kancah global.”

Ia menambahkan, dunia digital adalah ladang dakwah baru yang sangat luas. “Media sosial dan platform digital harus kita isi dengan konten-konten yang mencerahkan, penuh kedamaian, dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. Kepada seluruh santri di tanah air, saya berpesan: ‘Tetaplah belajar, berkaryalah, dan berkontribusilah untuk Indonesia dan dunia!’”

Merunut Jejak Sejarah: Dari Resolusi Jihad Menuju Hari Pahlawan

Untuk memahami makna hari ini, Serdi mengajak kita merunut akar sejarah. Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri berawal dari Resolusi Jihad Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Fatwa yang mewajibkan setiap muslim berjihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia itu bagai api yang membakar semangat perlawanan rakyat.

“Resolusi Jihad inilah yang kemudian memicu keberanian para pejuang dan mempersatukan kaum muda,” tegasnya. Sebagai akibatnya, gelora perjuangan ini memuncak pada Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kini kita kenal sebagai Hari Pahlawan. Dengan demikian, terselip sebuah benang merah sejarah yang kuat antara peran santri dan kemerdekaan bangsa.

Satu Dekade Hari Saantri: Refleksi dan Kontribusi Nyata

Lebih dari sekadar peringatan, tahun 2025 menjadi tahun yang istimewa karena menandai 10 tahun peringatan Hari Santri Nasional. “Satu dekade ini membuktikan pesantren dan sanntri semakin mengukuhkan perannya di semua lini,” papar Serdi.

Sebelumnya, jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjadi pusat peradaban. “Kini, dari balik dinding pesantren, terus lahir generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual. Pada akhirnya, merekalah investasi terbesar bangsa,” tandasnya.

Masa Depan Gemilang: Santrii Sehat, Santri Kuat, Santtri Mengglobal

Selain itu, Serdi menyoroti berbagai program pemerintah yang langsung menyentuh kehidupan santtri. Program layanan kesehatan dan Makan Bergizi Gratis mendapat apresiasi tinggi. “Program ini merupakan investasi nyata. Dengan kata lain, para santri akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan optimal, sebagai calon ilmuwan hebat masa depan,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. “Kebijakan Bapak Presiden membawa dampak positif bagi pesantren.

Pesantren Menjawab Zaman: Kuasai Ilmu Agama, Teknologi, dan Dakwah Digital

Terakhir, Serdi menutup dengan visi dan pesan penyemangat untuk santrri masa kini. “Era sekarang menuntut ssantri untuk menguasai teknologi, sains, dan bahasa asing sebagai bebas bersaing di kancah global.”

Di sisi lain, dunia digital telah menjadi ladang dakwah baru yang sangat luas. “Misalnya, media sosial dan platform digital harus kita isi dengan konten-konten yang mencerahkan dan penuh kedamaian. Dengan demikian, kepada seluruh santrii di tanah air, saya berpesan: ‘Tetaplah belajar, berkaryalah, dan berkontribusilah untuk Indonesia dan dunia!’”

Persiapan Menit Terakhir Berlangsung Lancar

Sementara itu, di Lapangan Alun-Alun Wonomulyo, panitia masih sibuk melakukan persiapan terakhir. Tenda, panggung, dan sistem audio telah terpasang dengan rapi. “Kami memastikan semua dalam kondisi prima untuk menyambut ribuan santtri besok,” ujar salah seorang panitia.

Kesimpulannya, dengan semangat baru dan komitmen yang menggelora, Apel Gabungan Hari Saantri Nasional 2025 di Wonomulyo siap menjadi momen bersejarah.

Tags: Hari Santri Nasional Polewali Pondok Pesantren